Mata kuliah Hk Perdata Internasional (HPI) penting dipelajari oleh mahasiswa yang akan berprofesi menjadi notaris, lawyer, hakim, staf Kedubes, dan pegawai perusahaan multi-nasional. HPI mengajarkan hukum yang mengatur hubungan keperdataan antara WNI dengan WNA. Di era globalisasi ini, hubungan keperdataan antara WNI dan WNA (baik manusia atau badan hukum) semakin sering terjadi, sehingga pengetahuan HPI wajib dimiliki oleh mereka yang berprofesi tsb di atas. Mereka akan sering menangani masalah keperdataan yang muncul antara WNI dan WNA.

Kuliah HPI akan membahas antara lain:

a. HPI yang mengatur status personal manusia dan badan hukum.
b. HPI dalam bidang hukum benda (kepemilikan dan peralihan hak kebendaan yang mengandung unsur internasional)
c. HPI dalam bidang hukum keluarga (a.l. perkawinan, perceraian, adopsi, pewarisan yang subyek hukumnya terdiri dari WNI dan WNA)
d.  Doktrin renvoi, doktrin penyelundupan hukum, doktrin ketertiban umum, doktrin hak-hak yang telah diperoleh
e. HPI dalam bidang hukum perjanjian/kontrak (dimana para pihaknya atau obyek perjanjiannya mengandung unsur internasional)
f. HPI dalam bidang perbuatan melanggar hukum (tort)
g.  HPI yang mengatur formalitas suatu perbuatan hukum yang mengandung unsur internasional.
h. Hukum acara perdata internasional (pengakuan dan pelaksanaan keputusan asing).

Diasuh oleh:

Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD. (Koordinator)

Djumikasih, SH. MH.

Ratih Dheviana Puru, SH. LL.M.

Amelia Srikusumadewi, SH. MKN.


  1. susan

    sebelum mengambil kenotariatan sebaiknya diawali oleh hukum apa? hukum internasional /pidana/ perdata? terima kasih..

  2. jimmy

    maaf ganggu..sy jimmy raga Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang…sy mau tanya…sebenarnya HPI masuk dalam rana hukum perdata atau hukum interNasional???mkci…

  3. awi

    mohon maaf sebelumx, saya numpang nanya bu…
    nama : aries
    alamat : :universitas madura pamekasan ketika kita bicara masalah hukum perdata internasional maka yang jelas perdata adalah hukum yang mengatur hak antara individu dengan individu lainnya. sedangkan hukum perdata lebih mengdepankan proses mediasi untuk penyelesaian masalah masalah keperdataan. lebih dominan manakah antara membawa kasus perdata tersebut ke ranah pengadilan ketimbang mendatangkan mediator?

    • Bu Afifah

      Salam,
      Untuk membawa kasus perdata ke pengadilan, arbitrase, atau menyelesaikannya melalui mediator semuanya tergantung dari kesepakatan para pihak yang terlibat dalam masalah perdata yg disengketakan. Kalau para pihak sepakat menyelesaikan sengketanya melalui mediator, ya kasus mereka harus dibawa dan diselesaikan oleh mediator. Tetapi kalau para pihak sepakat sengketanya diselesaikan di muka pengadilan atau arbitrase, maka kasus mereka harus diselesaikan di muka pengadilan atau arbitrase. Intinya, tidak ada yg satu lebih mendominasi yg lain. Semuanya harus dilakukan sesuai dg kesepakatan para pihak dalam masalah keperdataan tsb.
      Demikian dari saya.

  4. dyto

    salam ibu afifah

    di atas pada poin f. disebutkan beberapa doktrin, salah satunya renvoi. saya hanya tau itu doktrin penunjukan kembali, tapi jika di perkenankan saya ingin yau juga apakah ada pro dan kontra terhadap renvoi tersebut ?
    maaf sebelumnya, saya saat ini sedang merintis usaha yang kebetulan lintas negara, saya merasa ini akan berhubungan dengan usaha saya nantinya jika terjadi wanprestasi atau overmach nantinya. terimakasih.

    • Bu Afifah

      Maaf baru sempat membalas karena selama 2 minggu terakhir disibukkan dg perayaan lebaran. Penjelasan tentang Pro dan Kontra tentang doktrin renvoi sangat panjang. Bapak bisa membaca sendiri pro dan kontra tsb di buku-buku teks HPI yg dijual di banyak toko buku. Yang jelas, di luar pro dan kontra, doktrin renvoi DITERIMA dalam yurisprudensi di Indonesia (contoh-contoh yurisprudensinya bisa dibaca di buku-buku teks HPI). Semoga bermanfaat.

  5. Dwic

    Selamat malam Bu. Ijin saya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang ikut perkuliahan Bu Afifah Hukum Perdata Internasional (HPI), mau konfirmasi kemarin tanggal 15 April 2011 tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester, dikarenakan sanak keluarga saya ada yang meninggal dan harus pulang kampung. Kalau boleh tau bisa apa tidak saya ikut ujian susulan, saya sudah ke bagian akademik Fakultas Hukum katanya suruh daftar senin tanggal 25 April 2011 untuk ikut daftar ujian susulan…?
    Atas perhatian dan kerja samanya yang baik, saya mengucapkan terima kasih.

    • Bu Afifah

      Maaf, saya tidak mengenal anda karena anda tidak menuliskan nama lengkap dan NIM anda. Andapun juga tidak menyebutkan anda mahasiswa kelas paralel apa. Untuk keadilan bagi mahasiswa HPI yg lain, anda bisa mengikuti ujian susulan UTS HPI hanya apabila anda dapat membuktikan alasan anda dengan menyerahkan kepada kami, dosen HPI anda, Surat Keterangan Kematian dari sanak keluarga anda yg wafat tsb. Surat Keterangan Kematian tsb merupakan legitimasi bagi anda untuk ikut ujian susulan UTS HPI dan merupakan justifikasi bagi dosen HPI untuk memberi anda dispensasi ujian susulan. Bukti Surat Keterangan resmi ini juga kami berlakukan bagi semua mahasiswa lain yg ingin memperoleh dispensasi dalam bentuk apapun (karena sakit, karena tugas fakultas, dll).
      Anda harus menyerahkan Surat Keterangan Kematian tsb ke Ibu Riana yg mewakili saya karena saya sedang berada di luar Indonesia.

      • Dwic

        Siap Bu, Sebelumnya saya minta maaf tidak menyebutkan Identitas.
        Nama : Dwi Winarto
        Nim : 0910113213
        Pararel Kelas : Internasional (Bhs Inggris)
        Nanti saya akan konfirmasi ke Bu Riana.
        Atas perhatian dan kerjasamanya yang baik, saya mengucapkan terima kasih.

  6. universitas putera batam.

  7. bukunya di mana carinya ya…

  8. dody parera

    minta dong referensi lain HPI

  9. saya mau memesan buku HPI bisa ndak ya, gimana caranya ya?

    • Bu Afifah

      Maaf, kami tidak membuat buku HPI. Untuk keperluan mengajar kami menggunakan buku-buku HPI karya Prof. Sudargo Gautama dan sumber-sumber bacaan lainnya. Terima kasih.

  10. Bolehkah kirim buku hukum perdata Internasional?

    • Bu Afifah

      Silakan langsung mengkontak Pusat Data Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya untuk mengirim buku Saudara. Nomor telpon:0341-553898. Terima kasih.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • NO PLAGIARISM. Thanks.

  • =====================

  • Translator

    English French
    Alternatively, use the Google Translator bar above. Allow your browser to open pop-up windows (if any).
  • =====================

  • Managed by: Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD.

  • =====================

  • =====================

  • wordpress statistics
  • =====================

  • Recent Comments

    There are no public comments available to display.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: